Menu

Avanna – Website Berita Bola Paling Update

Pusat berita bola dunia yang selalu update

Surat Terbuka Buffon Usai Raih Scudetto ke-10

Surat Terbuka Buffon Usai Raih Scudetto ke-10

Meski dua trofi diambil dari tangan Juventus menyusul skandal Calciopoli yang sempat menjerat Bianconneri, tapi Buffon merasa sudah mengoleksi 10 gelar Scudetto bersama Juventus, dan belum lama ini menuliskan surat terbukanya terkait dengan pencapaian tersebut.

Surat Terbuka Buffon Usai Raih Scudetto ke-10

“Tentu saja kami adalah tim favorit, karena kami telah melakukan perencanaan selama lima tahun untuk bisa di sini sekarang. Kami bertarung, kami dipertanyakan dan kami bertempur untuk menang. Kapasitas kami sempat diragukan, tapi disinilah kami, memulai dari awal tanpa ada bantuan apapun yang diberikan”

“Setiap tim yang menghadapi kami memberikan segalanya, semua orang bersorak melawan kami. Saya rasa itu adalah hal yang sangat wajar, karena tim terkuat akan selalu jadi sasaran untuk dibenci. Saya pribadi tetap antipati dan mengabaikan pada mereka yang iri untuk prestasi yang telah dicapai klub ini.”

“Saya selalu punya kata pertama untuk saya katakan setelah setiap meraih gelar juara ‘Besok’, kendati demikian, saya tetap bangga dengan setiap gelar yang sudah saya koleksi selama ini. Saya memiliki lebih dari yang saya inginkan dari apa yang saya bayangkan, dan tentu saja itu juga lebih dari apa yang saya minta”

“Di depan garis finish yang baru, dalam menghadapi tujuan baru untuk dicapai, saya selalu memiliki kesadaran untuk memberikan segalanya. Rasa bersyukur yang sudah saya terapkan sejak dulu mendoronga saya untuk terus optimis , memaksa saya untuk bisa melampaui diri sendiri, melampaui kemenangan, melampaui batas yang ada dalam diri saya”

“Saya sekarnag sudah punya enam scudetto beruntun, dan sepuluh secara keseluruhan sejauh ini. Ya, saya sudah mengoleksi sepuluh Scudetto, dan saya sama sekali tidak malu untuk mengatakan itu. Saya memenangkan semuanya di atas lapangan.”

“Entah itu FIGC, Wikipedia atau Serie A selalu mengatakan ada delapan yang saya koleksi. Saya tidak akan membahas wasit, hakim atau undang-undang, tapi tidak ada yang bisa menolak saya untuk merasakan sensasi jadi juara. Cinta pertama saya adalah seorang gadis yang saya temui di SMA, tapi itu adalah cinta yang tak berbalas. Namun yang terpenting bagi saya adalah cinta, lebih penting dari segalanya, bukan pengakuan dari orang lain.”

“Beberapa lagu Vasco atau puisi Neruda seperti menunjukan diri saya. Saya tidak menuliskannya sendiri, tapi itu relatif karena pada akhirnya seperti yang ditulis oleh Troisi di ‘Il Postino’, puisi bukan selalu tentang siapa yang menulisnya, tapi siapa yang membantu menulisnya [sebagai inspirasi].”

“Tidak pernah ada kontroversi yang terjadi, dan jelas saya tidak mau membuka atau menutup babak hidup saya tersebut. Saya bangga dengan apa yang saya bangun, meraskaan kemenangan atau menelan kekalahan dalam pertandingan. Saya tidak pernah sendiri, saya selalu bersama dengan tim! Sebuah kebanggaan yang kembali kepada saya adalah musim panas 2006 silam. Musim panas yang panas dengan hiruk-pikuk. Namun juga musim panas yang memaksa kami untuk mengubah sejarah, atau lebih tepatnya menuliskan sejarah. Tidak ada tim yang seperti kami di masa lalu” Demikian ujar The Superman.

Leave a Reply