Menu

Avanna – Website Berita Bola Paling Update

Pusat berita bola dunia yang selalu update

Legenda Berharap Diego Costa Kembali ke Atletico Madrid

Legenda Berharap Diego Costa Kembali ke Atletico Madrid

Salah seorang legenda Atletico Madrid, Salva Ballesta, belum lama ini menuturkan harapannya pada sosok striker andalan Chelsea asal Brazil, Diego Costa. Pemain Naturalisasi Tim Nasional Spanyol tersebut diharapkannya bersedia kembali ke Vicente Calderon untuk memperkuat tim arahan Diego Simeone musim depan.

Legenda Berharap Diego Costa Kembali ke Atletico Madrid

Seperti diketahui, Diego Costa memang merupakan salah satu pemain andalan Atletico Madrid. Di musim 2013/14 lalu, dia bahkan membantu Los rojiblancos dalam memenangkan titel La Liga Spanyol yang sudah satu dekade lebih hanya dikuasai oleh duo Classico, Barcelona dan Real Madrid.

Pada saat yang bersamaan juga, Diego Costa mampu membantu Atletico dalam melangkah ke babak final Liga Champions Eropa. Meski pada akhirnya gagal juara, pencapaian tersebut tetap patut diacungi jempol. Namun, bukannya bertahan di Vicente Calderon, sang pemain justru akhirnya memiliih hengkang dengan Chelsea sebagai klub tujuannya.

Bersama The Blues, Costa memenangi dua titel Premier League, termasuk musim ini, namun dalam beberapa pekan terakhir, isu kepergiannya mulai menguap. Klub-klub Liga Super tiongkok dipercaya tengah mendekati pemain berdarah Brazil ini. Namun, Costa sendiri tak tertarik meninggalkan Chelsea, jikapun dia diminta pergi, maka tujuannya tiada lain adalah Atletico Madrid.

Karenanya, Salva Ballesta sangat berharap agar Chelsea meminta pemain berusia 28 tahun itu pergi dari Stamford Bridge, sehingga yang bersangkutan bisa kembali memperkuat atletico Madrid.

“Saya menyukai Gameiro dan Torres. Saya berharap akan ada pembaruan kontrak untuk Torres di Atletico. Tim ini, dengan adanya Torres, masih bisa memberikan banyak kebahagiaan. Dia sudah banyak berkembang sejak ia memulai karirnya, dia sudah bermain di banyak tim top sepanjang karirnya dan ia merupakan ikon Atletico. Dia adalah pemain hebat, namun itu akan tergantung pada keputusan orang-orang yang ada di Atletico.” tutur Salva menurut AS.

M’baye Niang tak Ingin Permanen di Watford

Mbaye Niang tak Ingin Permanen di Watford

Sang pemain menjelaskan bahwa keputusan ini diambil secara personal dengan alasan pribadi. Dia berharap agar watford juga memahami dan mengerti keputusan tersebut.

Mbaye Niang tak Ingin Permanen di Watford

Striker muda Prancis, Mbaye Niang, tak ingin statusnya dari pemain pinjaman diubah menjadi pemain tetap oleh klub Liga Primer Inggris, Watford. Meskipun faktanya, dalam kontraknya terdapat opsi bagi Watford untuk menebus Niang secara permanen dari klub aslinya, AC Milan.

Sebagai informasi, Niang memang bergabung dengan Watford sebagai pemain pinjaman sejak Januari lalu. Sepanjang kesertaannya di ajang Liga primer Inggris, sang pemain Prancis telah mengemas tak kurang dari dua gol saja dari total 11 penampilannya di ajang tersebut untuk Watford. Sedangkan pihak klub baru saja melakukan bergantian pelatih, dari Walter Mazzarri ke Marco Silva.

Klub Premier League memiliki opsi atau klausul untuk menebus sang pemain secara permanen pada musim panas ini, namun Niang sendiri tidak ingin menjadi pemain tetap di Watford. Dia berharap pihak klub mengerti dengan keputusannya yang diambil secara personal ini.

“Saya sangat merasa berterima kasih dan berhutang kepada klub ini yang telah memberikan saya kesempatan bermain di Liga yang berbeda, untuk mengalami mentalitas baru, dan itu memungkinkan saya bermain reguler seperti yang saya inginkan,”

“Tapi meski Watford memiliki opsi membeli yang ingin diaktifkan manajemen klub, saya tidak menganggap diri saya dapat bertahan di sana. Dan itu hanya untuk alasan personal. Saya telah memberikan waktu untuk bercermin, melihat pro dan kontra dan meski ada kesempatan besar ditawarkan oleh Watford, saya tidak berpikir masa depan ada di sana.”

“Saya berharap agar pihak Watford mengerti dan memahami apa yang menjadi keputusan saya, dan bagaimanapun, nantinya saya tidak akan berubah pikiran” kata Niang kepada L’Equipe.

Di AC Milan, kemungkinan besar Niang tidak akan jadi pilihan utama, pasalnya pelatih Vincenzo montella masih sangat mengandalkan sosok Carlos Bacca untuk jadi striker andalan. Di samping itu, ada wacana klub akan mendatangkan Alvaro Morata dan Andrea Belotti pada bursa transfer musim panas ini.

Vincenzo Montella Ingin Duetkan Morata dan Belotti

Vincenzo Montella Ingin Duetkan Morata dan Belotti

Menurut sang Allenatore, kedua striker ciamik ini bisa saling melengkapi satu sama lain di lini depan Rossoneri. Terlepas dari fakta bahwa itu masih sebuah rumor, tapi Montella cukup senang dan menganggapnya sebagai awalan yang bagus dalam usaha klub mengamankan servis para pemain kelas wahid.

Vincenzo Montella Ingin Duetkan Morata dan Belotti

AC Milan dipercaya telah mempersiapkan nama-nama yang akan menjadi target mereka pada kesempatan bursa transfer musim panas mendatang, dua diantaranya adalah striker muda, Alvaro Morata dari Spanyol, dan Andrea belotti dari Italia. Pelatih Vincenzo Montella sendiri mengaku akan sangat senang bisa menyatukan dua sosok tersebut di lini depan Rossoneri musim depan.

Seperti diketahui, Milan yang telah diambil alih saham terbesarnya oleh kelompok investor asal Tiongkok memang dipercaya akan sangat aktif pada edisi bursa transfer musim panas tahun ini. Tak lain, usaha mereka tersebut adalah untuk menciptakan skuat yang lebih kompetitif, mengembalikan kejayaan klub yang sudah sejak lama tenggelam .

Sedangkan Alvaro morata, dikaitkan dengan Milan karena ingin mendapatkan jatah tampil reguler, yang mana itu tak dia dapatkan bersama Real Madrid sejak kembali ke santiago Bernabeu pada musim panas kemarin. Sedangkan andrea Belotti sedang moncer-moncernya dengan Torino, dan dibanderol dengan harga 100 Juta Euro.

Terlepas dari benar tidaknya rumor tersebut dan apakah kedua pemain tersebut akan datang atau tidak, tapi Montella yakin bisa memadukan Moratta dan Belotti jadi tandem yang hebat musim depan.

“Morata dan Belotti bisa saling melengkapi satu sama lain. Mereka adalah pemain yang sangat kuat dan bisa main bareng. Ada banyak pemain bagus yang ingin bermain di Milan. Jadi kabar ini [potensi transfer Morata dan Belotti] adalah sebuah awal yang penting.”

“Kami adalah klub yang menyukai pemain top, meski kami tidak akan bermain di Liga Champions musim depan. Untuk bermain di Liga Champions, kami harus menaikkan standar dan membentuk tim yang siap secara fisik dan mental untuk bermain di semua kompetisi,” kata Montella, Senin (29/5).

Di Serie A Italia, AC Milan finish sebagai peringkat ke-6 dan mengamankan satu tempat di ajang liga Europa musim depan.

Tinggalkan Barcelona, Tak Ada Kesedihan Yang Dirasakan Enrique

Tinggalkan Barcelona, Tak Ada Kesedihan Yang Dirasakan Enrique

Keputusan meninggalkan sebuah klub setelah tahun-tahun yang membanggakan dilalui , biasanya akan membuat seorang pelatih merasakan kesedihan dan emosional yang mendalam. Namun hal itu tak berlaku pada juru taktik Barcelona, Luis Enrique yang dipastikan meninggalkan Camp Nou selepas Seremonial Juara Copa Del Rey musim ini.

Tinggalkan Barcelona, Tak Ada Kesedihan Yang Dirasakan Enrique

Seperti diketahui, beberapa bulan yang lalu, Manajer asal Spanyol tersebut memang sudah mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjanya di Barcelona, yang sejak awal memang akan berakhir pada musim panas ini. Alhasil, partai final copa Del Rey melawan Deportivo Alaves, pada minggu dinihari kemarin (28/05) Adalah partai terakhir bagi sang peramu taktik sebagai Nakhoda Iniesta Cs.

Normalnya, ketika memenangkan 9 gelar dari 13 yang tersedia, maka seorang pelatih akan merasa bersedih saat harus mengakhiri tahun-tahun indahnya tersebut. Namun, Luis Enrique jjuga tidak merasakan ada kesedihan dalam dirinya, dan sebaliknya, dia malah dipenuhi rasa gembira, karena para pemainnya selalu memberikan 100 persen kemampuan mereka di tiap pertandingan yang dia pimpin.

Jadi, Enrique pun demikian, dia akan tetap bangga dan tetap senang untuk para pemainya yang telah digiring untuk menjuarai sembilan titel bergengsi dalam tiga musim terakhir ini.

“Tak ada kesedihan, hanya kegembiraan sepenuhnya. Karena intensitas yang menjadi bagian dari profesi ini, ada banyak tangisan, jadi kepergian saya bukanlah hal yang menyedihkan, justru sebaliknya. Saya mendapat 100 persen dari tim saya dan saya memberi mereka 100 persen juga. Saya rasa tak akan ada orang yang bisa mengalahkan saya dalam hal tersebut,” ujar Enrique usai laga seperti dikutip ESPN.

Luis Enrique dicomot dari Celta Vigo pada musim panas tahun 2014 silam, pada musim pertamanya, dia memenangkan lima gelar, antara lain La Liga Spanyol, Copa Del Rey, Liga Champions Eropa, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Sedangkan pada musim keduanya, ada gelar La Liga, Copa Del Rey dan Piala Super Spanyol yang dimenangkan Barcelona. Sayang, musim ini jumlah tersebut mengerucut menjadi hanya satu gelar saja, Copa Del Rey.

Para Pemain Top Yang Berpotensi gabung Klub Inggris

Para Pemain Top Yang Berpotensi gabung Klub Inggris

Liga Primer Inggris memang dikenal sebagai liga dengan persaingan paling ketat dalam dua dekade terakhir ini, tapi di satu sisi, mereka justru menjadi liga paling populer karena ketatnya persaingan dalam perburuan gelar juara dan perburuan tiket ke ajang liga champions Eropa. Tak Heran jika kemudian banyak pemain bintang yang tertarik merapat ke klub Premier League pada kesempatan bursa transfer.

Para Pemain Top Yang Berpotensi gabung Klub Inggris

Nah, pada edisi tahun ini, setidaknya ada empat bintang top Eropa yang dipercaya berpotensi merapat ke klub Premier League. Berikut adalah ke empat pemain tersebut.

Antoine Griezmann

Siapa yang tak kenal Antoine Griezmann ? Dia adalah salah satu bintang Eropa yang tampil mentereng dalam dua tahun terakhir bersama dengan Atletico Madrid. Kemampuannya dalam mencetak gol tak perlu diragukan lagi, Hanya saja, Grizmann sendiri sempat mengatakan bahwa dia ingin mengangkat trofi dan siap pergi dari Vicente Calderon jika Atletico tak serius dalam perburuan gelar. Kabarnya, Manchester United adalah tim yang paling ngebet datangkan sosok berusia 26 tahun ini.

Pierre-Emerick Aubameyang

Bersama borussia dortmund, penyerang Internasional gabon ini tampil bersinar sejak didatangkan dari Saint-Etienne pada musim panas tahun 2014 silam. Namun, dia juga jarang mengangkat trofi bersama tim arahan Thomas Tuchel, dan akhirnuya mulai menimbang opsi hengkang. Sebenarnya, Aubameyang bermimpi gabung Real Madrid, tapi sepertinya Los Blancos tak tertarik. Meski begitu, Aubameyang tetap diminati sejumlah klub, termasuk raksasa Premier League, Liverpool dan Arsenal.

James Rodriguez

Bukan rahasia lagi bahwa James memang beberapa kali dikaitkan dengan raksasa Liga primer, Manchester United. Situasi tak kondusif yang dia alami di Real Madrid dianggap sebagai salah satu alasan mengapa pemain Internasional Kolombia ini ingin meninggalkan Santiago Bernabeu.

Gareth Bale

Kegagalan Bale menyaingi Cristiano Ronaldo dalam menjadi bintang andalan dan pemain kunci Real Madrid dianggap sebagai alasan utama mengapa winger Internasional Wales tersbut berencana untuk meninggalkan Raksasa Catalan pada kesempatan musim panas mendatang. Dipercaya, Manchester united siap menampung mantan pemain Tottenham ini.

Bagi Fans AS Roma, Totti Bukan Pahlawan melainkan Dewa

Bagi Fans AS Roma, Totti Bukan Pahlawan melainkan Dewa

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang pelatih asal Inggris, Sven goran Erikssen. Dia juga mengaku sempat terus mengikuti perkembangan sang legenda besar AS Roma, saat sang pemain masih muda dulu, dan sejak saat itu, Erikssen sudah memprediksi bahwa Totti akan jadi sosok bintang besar.

Bagi Fans AS Roma, Totti Bukan Pahlawan melainkan Dewa

Ketakutan para fans AS Roma akan semakin dekat, tak lain soal sosok yang dianggap sebagai pahlawan klub, Francesco Totti, akan segera menyudahi perjalanan karirnya bersama dengan klub kesayangan. Kata pahlawan diklaim tidak tepat untuk menggambarkan Totti, karena sang legenda sudah dianggap seperti dewa oleh para tifosi klub.

Totti, 40 tahun, telah memulai karirnya bersama dengan AS Roma sejak tahun 1992 silam. Sampai saat ini, yang bersangkutan tak pernah berpindah ke lain hati, meski saat muda dulu dan masa keemasannya, ada beberapa raksasa eropa yang melayangkan tawaran, termasuk diantaranya Real Madrid. Loyalitas tanpa batas sang kapten inilah yang membuat para fans AS Roma menyebutnya sebagai pahlawan klub, meski klub tak pernah memenangkan trofi Major sejak terakhir kali menjuarai Serie A Italia di tahun 2001 silam.

Musim ini dipercaya sebagai musim terakhir bagi Totti untuk berkostum AS Roma, karena diyakini sang pemain akan gantung sepatu di akhir musim nanti. tak ayal, para fans Gialorossi pun merasa bersedih karena akan ditinggalkan sosok yang mereka anggap sebagai ‘dewa’ menurut pelatih asal Inggris, Sven Goran Erikssen.

“Dia bukan pahlawan, dia bagaikan Dewa bagi fans Roma, Totti berada di Roma seumur hidupnya. Saya masih ingat ketika dia masih muda dan sejak saat itu saya selalu memantau perkembangannya.”

“Anda bisa melihat Totti muda akan bertransformasi menjadi bintang sepakbola. Selama ini aksinya selalu memukau, tidak hanya untuk Roma tetapi di level internasional. Di Roma Totti adalah nomor satu. Totti punya teknik, visi dan gemar mencetak gol. Catatan pertandingannya bersama Roma sulit untuk dipatahkan.” ujar Eriksson di Omnisport.

Mourinho Semringah akhirnya Kembali Main di UCL

Mourinho Semringah akhirnya Kembali Main di UCL

Menurut pelatih asal Portugal, mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa dengan tepat hanya ada dua cara, yang pertama memenangi titel Premier League, sedangkan cara kedua adalah memenangi Liga Europa. the Special One senang karena timnya mampu melakukannya dengan cara kedua.

Mourinho Semringah akhirnya Kembali Main di UCL

Manajer Manchester united, jose Mourinho harus mengakui bahwa dirinya amat senang dengan titel juara yang baru saja dimenangkan olelh para pemainnya. Sebagaimana diketahui, titel tersebut adalah titel Liga Europa yang sekaligus membuat Setan Merah kembali bermain di ajang Liga Champions Eropa musim depan. Manajer asal Portugal begitu semringah dengan pencapaian ini.

Wajar saja, di ajang Liga Primer Inggris, skuat arahannya gagal mencapai empat besar pada klasemen akhir. Mereka hanya mampu finish di peringkat ke enam, dibawah Arsenal, yang mana dengan posisi tersebut, United harus puas kembali bermain di ajang Liga Europa. Tapi, mereka berhasil memanfaatkan alternatif lain, memenangkan Liga europa untuk mencapai panggung paling bergengsi di benua biru musim depan.

Cara inipun dipandang oleh Mourinho sebagai cara terbaik untuk memenangkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa, selain dengan memenangkan titel Premier League. Bahkan, bekas pelatih Chelsea ini menganggap bahwa memenangkan liga Europa lebih baik ketimbang finish di empat besar, seperti yang dilakukan Tottenham Hotspur, Manchester city dan Liverpool.

“Kami kembali ke Liga Champions dengan cara yang tepat dan bagi saya cara yang tepat itu adalah menjuarai Liga Primer Inggris atau menjuarai Liga Europa,”

“Kami tidak cukup kuat untuk menjuarai Liga Primer musim ini namun kami cukup kuat untuk menjuarai Liga Europa dan kami kembali ke Liga Champions! Klub ini sekarang punya semua trofi di dunia sepakbola. Kami bekerja keras untuk ini sejak awal musim. Kami sangat pantas menjuarai ini. Saya juga senang untuk para pemain, termasuk mereka yang memakai kruk.” ujarnya kepada MUTV.

Sir Alex Ferguson terkesan Dengan Kinerja Pochettino di Spurs

Sir Alex Ferguson terkesan Dengan Kinerja Pochettino di Spurs

Para pemain muda bertalenta milik tottenham Hotspur dinilai Ferguson sebagai salah satu cikal bakal suksesnya tim tersebut di masa mendatang, dan dia senang melihat bagaimana manajer asal Argentina memperlakukan para pemain muda tersebut.

Sir Alex Ferguson terkesan Dengan Kinerja Pochettino di Spurs

Tottenham Hotspur berhasil finish di peringkat kedua Liga Primer Inggris musim ini setelah sebelumnya sempat bersaing dengan Chelsea dalam perebutan trofi juara. Terkait dengan prestasi yang cukup membanggakana ini, pelatih Mauricio Pochettino secara khusus mendapat kredit dari Legenda United, Sir Alex ferguson, yang merasa terkesan dengan kinerja pelatih asal Argentina di white Hart Lane.

Seperti diketahui, Pocchettino mulai menangani tim utama tottenham Hotspur sejak 2014. Kinernya menukangi The Lily White memang perlu diapresiasi, dia bahkan sempat nyaris membawa Tottenham menjuarai premier league musim lalu, saat bersaing dengan Leicester city yang akhirnya berhasil keluar sebagai juara. Sedangkan musim ini, pencapaiannya lebih baik dengan Spurs yang berhasil finish di peringkat kedua, capaian terbaik dalam sejarah klub itu sendiri.

Padahal, jika ditela’ah, skuat yang dimiliki Tottenham dipenuhi para pemain muda tanpa pengalaman. Tak heran jika karenanya, pelatih LEgendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson merasa terkesan dengan kinerja sosok asal Argentina tersebut.

“Dia memiliki banyak pemain muda di timnya. Hal tersebut akan bagus untuk masa depan. Saya percaya soal itu dan saya selalu mempercayai pemain muda di sepanjang karir saya,”

“Ada dua nilai. Mereka akan selalu ingat orang yang memberikan mereka kehidupan dan karir. Dan kedua, mereka akan selalu loyal. Selain itu, itu juga penting untuk jangka panjang. Ada tim yang bisa sukses dengan investasi jangka pendek, dan terus sukses secara umum, namun saya kira itu tak terlalu bekerja dengan baik.”

“Dengan Tottenham, sepertinya mereka memiliki proyek jangka panjang. Mereka membangun sesuatu yang terlihat amat bagus.” tutur Ferguson menurut The Mirror.

Surat Terbuka Buffon Usai Raih Scudetto ke-10

Surat Terbuka Buffon Usai Raih Scudetto ke-10

Meski dua trofi diambil dari tangan Juventus menyusul skandal Calciopoli yang sempat menjerat Bianconneri, tapi Buffon merasa sudah mengoleksi 10 gelar Scudetto bersama Juventus, dan belum lama ini menuliskan surat terbukanya terkait dengan pencapaian tersebut.

Surat Terbuka Buffon Usai Raih Scudetto ke-10

“Tentu saja kami adalah tim favorit, karena kami telah melakukan perencanaan selama lima tahun untuk bisa di sini sekarang. Kami bertarung, kami dipertanyakan dan kami bertempur untuk menang. Kapasitas kami sempat diragukan, tapi disinilah kami, memulai dari awal tanpa ada bantuan apapun yang diberikan”

“Setiap tim yang menghadapi kami memberikan segalanya, semua orang bersorak melawan kami. Saya rasa itu adalah hal yang sangat wajar, karena tim terkuat akan selalu jadi sasaran untuk dibenci. Saya pribadi tetap antipati dan mengabaikan pada mereka yang iri untuk prestasi yang telah dicapai klub ini.”

“Saya selalu punya kata pertama untuk saya katakan setelah setiap meraih gelar juara ‘Besok’, kendati demikian, saya tetap bangga dengan setiap gelar yang sudah saya koleksi selama ini. Saya memiliki lebih dari yang saya inginkan dari apa yang saya bayangkan, dan tentu saja itu juga lebih dari apa yang saya minta”

“Di depan garis finish yang baru, dalam menghadapi tujuan baru untuk dicapai, saya selalu memiliki kesadaran untuk memberikan segalanya. Rasa bersyukur yang sudah saya terapkan sejak dulu mendoronga saya untuk terus optimis , memaksa saya untuk bisa melampaui diri sendiri, melampaui kemenangan, melampaui batas yang ada dalam diri saya”

“Saya sekarnag sudah punya enam scudetto beruntun, dan sepuluh secara keseluruhan sejauh ini. Ya, saya sudah mengoleksi sepuluh Scudetto, dan saya sama sekali tidak malu untuk mengatakan itu. Saya memenangkan semuanya di atas lapangan.”

“Entah itu FIGC, Wikipedia atau Serie A selalu mengatakan ada delapan yang saya koleksi. Saya tidak akan membahas wasit, hakim atau undang-undang, tapi tidak ada yang bisa menolak saya untuk merasakan sensasi jadi juara. Cinta pertama saya adalah seorang gadis yang saya temui di SMA, tapi itu adalah cinta yang tak berbalas. Namun yang terpenting bagi saya adalah cinta, lebih penting dari segalanya, bukan pengakuan dari orang lain.”

“Beberapa lagu Vasco atau puisi Neruda seperti menunjukan diri saya. Saya tidak menuliskannya sendiri, tapi itu relatif karena pada akhirnya seperti yang ditulis oleh Troisi di ‘Il Postino’, puisi bukan selalu tentang siapa yang menulisnya, tapi siapa yang membantu menulisnya [sebagai inspirasi].”

“Tidak pernah ada kontroversi yang terjadi, dan jelas saya tidak mau membuka atau menutup babak hidup saya tersebut. Saya bangga dengan apa yang saya bangun, meraskaan kemenangan atau menelan kekalahan dalam pertandingan. Saya tidak pernah sendiri, saya selalu bersama dengan tim! Sebuah kebanggaan yang kembali kepada saya adalah musim panas 2006 silam. Musim panas yang panas dengan hiruk-pikuk. Namun juga musim panas yang memaksa kami untuk mengubah sejarah, atau lebih tepatnya menuliskan sejarah. Tidak ada tim yang seperti kami di masa lalu” Demikian ujar The Superman.

Ucapan Terimakasih Guardiola untuk Yaya Toure

Ucapan Terimakasih Guardiola untuk Yaya Toure

Menurut Sang manajer, gelandang asal Pantai Gading tersebut adalah sosok pemain yang selalu mampu jadi solusi ketika Manchester City sedang dalam masalah besar dalam sebuah pertandingan. Pep merasa beruntung memiliki Yaya, namun enggan membicarakan masa depan eks Barcelona itu di depan media.

Ucapan Terimakasih Guardiola untuk Yaya Toure

Sempat bermusuhan pada awalnya, kini manajer manchester City, Pep Guardiola dan gelandang andalan klub, Yaya Toure, benar-benar sudah kembali ke situasi yang sangat baik. Bahkan dalam pernyataan terbarunya, Mantan Juru taktik Bayern Munchen tersebut mengucapkan terima kasih secara khusus kepada gelandang asal Pantai Gading.

Seperti diketahui, begitu nama Pep Guardiola resmi diumumkan bakal menjadi manajer anyar Citizen musim lalu, sudah ada isu yang mengklaim bahwa Yaya Toure akan tersingkir dari skuat utama dan harus mencari klub baru. Pasalnya, kedua sosok ini sempat memiliki sejarah yang kurang bagus saat keduanya masih sama-sama bekerja untuk Barcelona.

Benar saja, Pep mendatangkan Ilkay Gundogan dari Borussia Dortmund, dan Yaya tersisih dari skuat utama. Situasi ini sempat mejnadi semakin keruh tatkala agen transfer Yaya Toure beberapa kali melayangkan kecaman pedas kepada pelatih asal Catalan tersebut. Namun akhirnya situasi mencair, kedua pihak sepakat untuk berdamai dan Yaya mendapati tempatnya di tim utama seiring cedera panjang yang menimpa Ilkay Gundogan.

Dalam laga terakhir Premier League melawan Watford akhir pekan kemarin, Minggu (22/05), Yaya tampil gemilang seiring kemenangan telak 5-0 yang diraih Manchester City. Selepas laga, Pelatih Pep Guardiola pun tak ragu untuk mengucapkan terima kasih kepada Yaya Toure, untuk kontribusi yang sang pemain berikan secara keseluruhan musim ini.

“Saya ucap terima kasih untuk Yaya Toure. Dia sudah bermain luar biasa dan terutama ketika kami punya masalah. Tidak mudah menemukan solusi seperti dia. Ketika pertandingan berjalan tak bagus, kami punya pemain besar dengan karakter.”

“Apapun yang akan kami katakan pada pemain mengenai masa depan mereka, akan langsung kami katakan ke dia, bukan anda. Saya sudah mengenal Premier League lebih baik sekarang, saya menyesal kami tidak bisa berjuang hingga akhir, ada dua lawan yang jauh lebih kuat.”